Target capaian penyaluran dana subsidi rumah tahun 2021 dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan(FLPP) sekitar RP 19,1 triliun atau sekitar 157.700 unit rumah. Penyaluran dana ini akan melalui 30 bank yang bekerja sama.

“Sekarang mungkin cuma Rp 19,1 triliun dan masih kurang dari kebutuhan. Namun kita coba dengan Rp 19 triliun dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk bisa melayani masyarakat dengan lebih baik,” kata Kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan 30 Bank Pelaksana FLPP 2021, Jumat (18/12).

Basuki menambahkan kualitas rumah subsidi masih banyak yang memprihatinkan. Sehingga jajaranya fokus untuk meningkatkan kualitas rumah subsidi yang mengalami masalah dengan pengawasan yang lebih ketat.

Melalui anak usaha, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) meluncurkan aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (Si Petruk) yang terintegrasi dengan system yang telah dikembangkan sebelumnya Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) dan Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang)

“Namun demikian pengembangan digital tadi, SiKasep, SiKumbang, dan SiPetruk semua itu harus cepat yang penting. Kita tidak mengejar volume, diingatkan Kembali soal kualitas. Apa dari 765 ribu rumah dibangun ada 90 persen sudah dihuni?,” katanya

Direktur Utama PPPDPP Arief Sabaruddin mengatakan aplikasi ini guna mengantisipasi kualitas bangunan yang tidak kasat mata. Sehingga hunian yang dibangun pengembang bisa diawasi perihal konstruksi dan spesifikasi bangunan sehingga menghindari adanya permainan.

“Aplikasi ini juga bisa membantu bank melalukan appraisal. Jadi bisa dipantau rumah-rumah yang sedang dibangun,” Jelasnya.

Selain itu dia menyampaikan penyaluran FLPP tahun 2020 per 17 Desember 2020 mencapai Rp 10,87 triliun untuk 105 ribu unit rumah. Dengan demikian total penyaluran FLPP dari tahun 2010 hingga 17 Desember 2020 telah mencapai Rp 55,24 triliun untuk 761 unit rumah.