PT Kreasi Prima Nusantara Raih Penghargaan Pengembang Properti Syariah Terbaik di Anugerah FORWAPERA 2026

Jatinangor, 9 April 2026 — Kreasi Prima Land kembali menunjukkan komitmennya sebagai developer inovatif dengan menyelenggarakan diskusi strategis bersama Program Studi Sosiologi Universitas Padjadjaran dan PT Biopro. Kegiatan ini berlangsung di Kampus Sosiologi Universitas Padjadjaran dan menjadi langkah nyata dalam merumuskan konsep Perumahan Peradaban yang berkelanjutan.

Baca Juga: Kreasi Prima Land Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Indonesia Top Achievement of The Year 2026

Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Kreasi Prima Land, Hadiana, jajaran manajemen, para profesor dan dosen Departemen Sosiologi UNPAD, serta Direktur PT Biopro bersama tim ilmuwan.

Kolaborasi 3 Pilar: Blueprint Ekosistem Perumahan Masa Depan

Diskusi ini menghasilkan sebuah konsep besar bertajuk “The Living Blueprint: The 3-Gear Ecosystem Engine”, yaitu sinergi tiga kekuatan utama:

  1. Kekuatan KPN (Kreasi Prima Land). Berperan dalam menghadirkan regulasi yang bijak dan implementatif dalam kawasan perumahan.
  2. Kekuatan Prodi Sosiologi UNPAD. Fokus pada edukasi dan perubahan perilaku masyarakat, agar penghuni tidak hanya tinggal, tetapi juga berkontribusi dalam ekosistem.
  3. Kekuatan PT Biopro (FMIPA UNPAD). Menghadirkan teknologi pengolahan sampah modern sebagai solusi nyata terhadap limbah domestik.

Ketiga pilar ini saling mengunci dan membentuk ekosistem yang kohesif untuk menciptakan kawasan hunian yang tidak hanya layak huni, tetapi juga beradab dan berkelanjutan.

Dari “Rumah” Menjadi “Peradaban”

Konsep utama yang diangkat adalah filosofi:

Rumahku adalah Surgaku

Namun, Kreasi Prima Land mengembangkan makna ini lebih dalam. Rumah tidak lagi sekedar tempat tinggal, tetapi menjadi pusat pembentukan peradaban berbasis nilai.

Dalam perspektif ini, manusia diposisikan sebagai khalifah fil ardh — yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memakmurkan bumi. Hal ini diwujudkan dalam konsep perumahan yang:

  • Mendorong kepedulian lingkungan
  • Mengedukasi perilaku penghuni
  • Mengintegrasikan sistem pengelolaan limbah

Perbedaan Perumahan Konvensional vs Perumahan Peradaban

Kreasi Prima Land menegaskan perbedaan fundamental antara konsep lama dan konsep baru:

Perumahan Konvensional:

  1. Sekadar tempat tinggal
  2. Penghuni pasif
  3. Sampah dibuang tanpa pengolahan
  4. Lingkungan cenderung individualistik

 Perumahan Peradaban (Kreasi Prima Land):

  1. Ekosistem kehidupan yang bernilai
  2. Penghuni sebagai pengelola dan penjaga lingkungan.
  3. Sampah dipilah, diolah, dan dimanfaatkan
  4. Kolaborasi berbasis komunitas dan sistem

Komitmen Nyata: Pengelolaan Limbah Domestik Terintegrasi

Salah satu poin terpenting dalam diskusi ini adalah komitmen Kreasi Prima Land dalam menangani limbah domestik, baik:

  • Limbah cair (air limbah rumah tangga)
  • Limbah padat (sampah organik & anorganik)

Melalui kolaborasi dengan PT Biopro, teknologi pengolahan limbah akan diterapkan langsung di kawasan perumahan. Ini bertujuan untuk:

  • Mengurangi pencemaran lingkungan
  • Mengolah sampah menjadi sumber daya bernilai
  • Menciptakan siklus ekosistem yang berkelanjutan

Dengan pendekatan ini, Kreasi Prima Land menjadi salah satu developer di Indonesia yang secara serius merancang sistem pengelolaan limbah sejak tahap perencanaan kawasan.

Menuju Indonesia Makmur dan Berkeadilan

Diskusi ini juga melahirkan visi besar:

“Menjadikan pengelolaan sampah bukan lagi beban, melainkan cerita yang membangkitkan gerak peradaban.”

Melalui konsep Perumahan Peradaban, Kreasi Prima Land ingin berkontribusi lebih luas dalam menciptakan Indonesia yang:

  • Lebih makmur
  • Lebih berkeadilan
  • Lebih berkelanjutan

Kolaborasi antara Kreasi Prima Land, Prodi Sosiologi UNPAD, dan PT Biopro menjadi bukti bahwa masa depan perumahan tidak hanya berbicara tentang bangunan fisik, tetapi juga tentang nilai, sistem, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Dengan langkah ini, Kreasi Prima Land memperkuat posisinya sebagai developer yang tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun peradaban untuk hidup lebih baik.