Ramadan bukan soal rumah yang paling meriah, tapi rumah yang paling menenangkan. Dalam konsep hunian syariah, dekorasi Ramadan bukan bertujuan pamer, melainkan menciptakan suasana yang membantu keluarga lebih khusyuk beribadah dan lebih hangat dalam kebersamaan.
Kabar baiknya, menghadirkan nuansa Ramadan tidak harus mahal atau berlebihan. Dengan pendekatan yang simpel dan fungsional, rumah bisa terasa lebih hidup tanpa kehilangan esensi kesederhanaan yang diajarkan dalam Islam.
1. Memahami Konsep Dekorasi Ramadan dalam Perspektif Syariah

Dekorasi dalam Islam bukan sesuatu yang dilarang, selama:
-
Tidak berlebihan
-
Tidak melalaikan ibadah
-
Tidak menimbulkan pemborosan
Dalam konteks rumah tinggal, dekorasi Ramadan sebaiknya:
-
Bersifat mengingatkan, bukan mendistraksi
-
Membantu suasana ibadah, bukan sekadar estetika
Prinsip utama: sederhana, bersih, dan bermakna.
2. Fokuskan Dekorasi pada Area Utama Keluarga

Daripada menghias seluruh rumah, lebih baik memilih area yang paling sering digunakan:
-
Ruang keluarga
-
Ruang makan
-
Teras atau pintu masuk
Area ini biasanya menjadi pusat:
-
Sahur bersama
-
Buka puasa keluarga
-
Obrolan ringan setelah tarawih
Tips: Satu area yang ditata dengan baik jauh lebih efektif daripada dekorasi tersebar tapi setengah-setengah.
3. Pilih Elemen Dekorasi yang Simpel dan Multifungsi

Beberapa elemen dekorasi Ramadan yang praktis dan tidak berlebihan:
Lampu & Pencahayaan Hangat
-
Lampu kuning hangat (warm white)
-
Lentera kecil atau lampu meja
-
Lampu hias sederhana di sudut ruangan
Pencahayaan yang lembut membantu menciptakan suasana tenang, terutama saat malam Ramadan.
Ornamen Bertema Islami yang Minimalis
-
Hiasan bulan dan bintang
-
Kaligrafi sederhana
-
Bingkai ayat Al-Qur’an atau doa harian
Tips: Pilih 1–2 ornamen utama, hindari menumpuk terlalu banyak.
Tanaman sebagai Dekorasi Alami
Tanaman indoor memberi kesan hidup sekaligus:
-
Menyegarkan ruangan
-
Menambah ketenangan visual
-
Tidak musiman (bisa dipakai sepanjang tahun)
Ini sejalan dengan konsep hunian syariah yang dekat dengan alam dan keseimbangan.
4. Manfaatkan Barang yang Sudah Ada di Rumah

Dekorasi Ramadan tidak selalu berarti membeli baru. Banyak elemen yang bisa dimanfaatkan:
-
Taplak meja warna netral
-
Sarung bantal hijau, krem, atau cokelat
-
Keranjang rotan untuk kurma atau sajadah
Tips hemat: Ubah penataan, bukan menambah barang.
5. Ciptakan Sudut Ibadah yang Nyaman

Salah satu dekorasi paling bermakna di bulan Ramadan adalah pojok ibadah keluarga.
Cukup dengan:
-
Sajadah rapi
-
Rak kecil untuk Al-Qur’an
-
Pencahayaan lembut
-
Aroma yang menenangkan (tanpa berlebihan)
Sudut ini bukan hanya dekorasi, tapi juga pengingat ibadah harian bagi seluruh anggota keluarga.
6. Jaga Kerapian sebagai Bagian dari Dekorasi
Dalam Islam, kebersihan adalah bagian dari iman. Rumah yang rapi sering kali:
-
Lebih nyaman daripada rumah penuh dekor
-
Lebih mendukung kekhusyukan
-
Lebih mudah dirawat selama Ramadan
Checklist cepat:
-
Kurangi barang tidak terpakai
-
Simpan dekor musiman lain
-
Prioritaskan kebersihan lantai dan ruang ibadah
Lihat Juga Video Akad Rumah Subsidi Bandung dari Kreasi Prima Land
Dekorasi Ramadan yang baik bukan soal seberapa banyak hiasan, tetapi seberapa besar dampaknya terhadap kenyamanan dan ibadah keluarga. Dengan pendekatan sederhana, fungsional, dan sesuai nilai syariah, rumah bisa menjadi tempat yang benar-benar menghadirkan ketenangan selama Ramadan.
Hunian syariah bukan hanya tentang akad dan cicilan, tapi juga tentang bagaimana rumah menjadi ruang tumbuhnya nilai-nilai kebaikan setiap hari.
