Menjelang Ramadan, banyak keluarga mulai mengevaluasi kembali kebutuhan tempat tinggal mereka. Bukan sekadar soal lokasi atau harga, rumah dalam perspektif syariah adalah tempat membangun ketenangan (sakinah), bukan sumber beban finansial.
Momen Ramadan sering menjadi waktu refleksi: apakah rumah yang ditempati saat ini sudah mendukung ibadah, kebersamaan keluarga, dan kestabilan keuangan jangka panjang? Di sinilah keputusan membeli rumah perlu dipertimbangkan secara matang.
1. Niat dan Tujuan Membeli Rumah dalam Konsep Syariah

Dalam perumahan syariah, membeli rumah bukan sekadar investasi, melainkan:
-
Menyediakan hunian yang aman dan halal
-
Menjadi tempat tumbuhnya nilai ibadah
-
Menjaga keluarga dari tekanan riba dan utang berbunga
Tips: Pastikan niat membeli rumah adalah untuk kebutuhan keluarga, bukan spekulasi harga atau FOMO pasar.
2. Cek Skema Pembiayaan: Pastikan Bebas Riba
Salah satu pembeda utama perumahan syariah adalah:
-
Tanpa bunga
-
Tanpa denda
-
Tanpa penalti
-
Akad jelas sejak awal (murabahah atau istishna)
Menjelang Ramadan, penting untuk:
-
Menghindari cicilan yang fluktuatif
-
Memilih skema dengan angsuran tetap agar keuangan lebih tenang selama ibadah
Tips praktis:
Pilih cicilan maksimal 30–35% dari penghasilan bulanan agar tidak mengganggu kebutuhan Ramadan seperti zakat, infak, dan kebutuhan keluarga.
3. Lingkungan Rumah yang Mendukung Ibadah
Ramadan membuat kita lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Rumah ideal dalam konteks syariah sebaiknya:
-
Dekat masjid atau mushola
-
Lingkungan tenang dan aman
-
Mendukung aktivitas sahur, tarawih, dan tadarus
Checklist cepat saat survei rumah:
-
Apakah suara lingkungan cukup kondusif?
-
Apakah tersedia ruang shalat di rumah?
-
Apakah tetangga mayoritas keluarga?
4. Perencanaan Waktu Serah Terima Rumah
Membeli rumah menjelang Ramadan juga perlu memperhatikan timing:
-
Apakah rumah siap huni sebelum Ramadan?
-
Atau justru lebih realistis masuk setelah Lebaran?
Dalam perumahan syariah, jadwal serah terima biasanya lebih transparan karena:
-
Tidak ada klausul sepihak
-
Progres pembangunan jelas
Tips: Jika membeli rumah indent, pastikan timeline tertulis di akad.
5. Kesiapan Finansial Jangka Panjang, Bukan Sekadar DP
Banyak calon pembeli fokus pada DP ringan, tapi lupa biaya lanjutan:
-
Biaya hidup setelah pindah
-
Furnitur dasar
-
Perawatan rumah
Konsep syariah menekankan keberlanjutan, bukan hanya kemudahan awal.
Tips keuangan syariah:
-
Sisakan dana darurat minimal 3–6 bulan pengeluaran
-
Jangan menghabiskan tabungan hanya demi DP
Lihat Juga Video Akad Rumah Subsidi Bandung dari Kreasi Prima Land
Membeli rumah menjelang Ramadan bisa menjadi keputusan yang penuh berkah jika dilakukan dengan niat yang tepat, skema yang halal, dan perencanaan matang. Perumahan syariah hadir bukan hanya sebagai alternatif, tetapi sebagai solusi hunian yang menenangkan secara spiritual dan finansial.
