Renovasi rumah sering menjadi fase penting setelah memiliki hunian, baik rumah baru maupun rumah lama yang ingin disesuaikan dengan kebutuhan keluarga. Namun, salah satu pertanyaan paling umum adalah: lebih baik memilih tukang harian atau sistem borongan?
Dalam perspektif hunian syariah, renovasi rumah bukan hanya soal biaya termurah, tapi juga soal kejelasan akad, keadilan, dan menghindari potensi konflik. Karena itu, memilih sistem kerja tukang perlu dipertimbangkan secara matang sejak awal.
1. Memahami Renovasi Rumah dalam Konsep Syariah

Islam sangat menekankan kejelasan dalam muamalah, termasuk urusan jasa. Renovasi rumah idealnya:
-
Menggunakan kesepakatan yang jelas
-
Tidak merugikan salah satu pihak
-
Menghindari gharar (ketidakjelasan)
Baik tukang harian maupun borongan boleh secara syariah, selama akadnya transparan dan disepakati bersama.
2. Apa Itu Tukang Harian?

Tukang harian adalah sistem kerja di mana tukang dibayar berdasarkan:
-
Jumlah hari kerja
-
Tanpa target pekerjaan yang mengikat
✅ Kelebihan Tukang Harian
-
Lebih fleksibel untuk renovasi kecil
-
Mudah mengatur perubahan desain di tengah jalan
-
Cocok untuk pekerjaan bertahap
❌ Kekurangan Tukang Harian
-
Durasi pengerjaan bisa lebih lama
-
Biaya berpotensi membengkak
-
Perlu pengawasan lebih intensif
Cocok untuk:
Perbaikan ringan, renovasi bertahap, atau rumah yang masih dihuni saat renovasi.
3. Apa Itu Sistem Borongan?

Borongan adalah sistem kerja dengan:
-
Harga total disepakati di awal
-
Target pekerjaan dan waktu jelas
-
Tanggung jawab penuh di pihak penyedia jasa
✅ Kelebihan Sistem Borongan
-
Biaya lebih terkontrol
-
Timeline pengerjaan lebih jelas
-
Minim pengawasan harian
❌ Kekurangan Sistem Borongan
-
Kurang fleksibel untuk perubahan desain
-
Risiko kualitas jika kontrak tidak detail
-
Potensi konflik jika spesifikasi tidak jelas
Cocok untuk:
Renovasi besar, rumah kosong, atau proyek dengan desain final yang sudah matang.
4. Perbandingan Tukang Harian vs Borongan
| Aspek | Tukang Harian | Borongan |
|---|---|---|
| Sistem pembayaran | Per hari | Harga total |
| Fleksibilitas | Tinggi | Rendah |
| Kontrol biaya | Lebih sulit | Lebih mudah |
| Risiko konflik | Sedang | Bisa tinggi jika akad tidak jelas |
| Kesesuaian syariah | Tergantung kesepakatan | Tergantung kontrak |
5. Tips Memilih Sistem yang Tepat untuk Keluarga
Agar renovasi tetap nyaman dan berkah, pertimbangkan hal berikut:
✔ Pilih Tukang Harian Jika:
-
Renovasi berskala kecil
-
Masih sering ubah desain
-
Waktu pengerjaan tidak mendesak
✔ Pilih Borongan Jika:
-
Renovasi menyeluruh
-
Budget sudah ditentukan
-
Ingin hasil lebih cepat dan rapi
6. Pastikan Akad Jelas dan Tertulis
Dalam prinsip syariah, akad yang jelas lebih utama daripada harga murah. Pastikan:
-
Ruang lingkup pekerjaan tertulis
-
Jadwal pengerjaan disepakati
-
Sistem pembayaran jelas
-
Tidak ada klausul sepihak
Tips penting: Selalu buat kesepakatan tertulis, meskipun renovasi skala kecil.
7. Perhatikan Etika Kerja dan Lingkungan
Hunian syariah juga menekankan adab:
-
Perlakuan adil kepada tukang
-
Waktu kerja manusiawi
-
Lingkungan tetap bersih dan aman
Hubungan kerja yang baik sering menghasilkan kualitas kerja yang lebih maksimal.
Lihat Juga Video Akad Rumah Subsidi Bandung dari Kreasi Prima Land
Memilih tukang harian atau borongan bukan soal mana yang paling murah, tetapi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan, kemampuan finansial, dan prinsip syariah. Dengan kesepakatan yang jelas dan niat yang baik, renovasi rumah bisa berjalan lancar tanpa konflik dan tetap membawa ketenangan bagi keluarga.
